Bawaslu Kota dan Kabupaten Kediri Gelar Audiensi dengan Cabang Dinas Pendidikan Bahas Rencana MoU dan Sosialisasi Politik bagi Pelajar
|
Kota Kediri, 17 November 2025 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Kediri bersama Bawaslu Kabupaten Kediri melakukan audiensi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri dalam rangka membahas rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) serta kerja sama strategis terkait pendidikan politik dan pemetaan pemilih pemula. Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Adi Prayitno.
Pertemuan ini bertujuan untuk membangun sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan institusi pendidikan, khususnya dalam dua agenda penting. Pertama, izin pelaksanaan sosialisasi pendidikan politik dan demokrasi di sekolah-sekolah yang berada di wilayah Kota Kediri. Kedua, pemutakhiran data pemilih pemula, terutama siswa yang telah berusia 17 tahun dan telah memenuhi syarat sebagai pemilih pada Pemilu 2029.
Bawaslu menilai bahwa sekolah merupakan ruang strategis dalam upaya meningkatkan literasi politik generasi muda. Melalui kerja sama ini, diharapkan pelajar dapat memahami pentingnya partisipasi politik serta menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas.
Dalam audiensi tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Adi Prayitno, menyambut positif rencana kerja sama ini. Ia mengusulkan agar sosialisasi dilakukan setelah pelaksanaan ujian semester, karena pada periode tersebut kegiatan belajar mengajar relatif longgar sehingga sekolah dapat lebih leluasa menerima kegiatan sosialisasi.
“Silakan dilaksanakan sosialisasi setelah ujian semester. Untuk urusan teknis, nanti bisa berkoordinasi dengan Pak Khoirul selaku asisten kepala cabang,” ujarnya.
Terkait penyusunan MoU, Adi Prayitno juga meminta agar draft kerja sama dibuat oleh pihak Bawaslu terlebih dahulu untuk kemudian diajukan kepada Cabang Dinas Pendidikan. Draft tersebut nantinya akan dipelajari sebelum dilakukan pembahasan lanjutan serta penyepakatan resmi.
Bawaslu Kota dan Kabupaten Kediri berharap kerja sama ini dapat berlangsung efektif dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pemahaman politik di kalangan pelajar, sekaligus memastikan pemetaan pemilih pemula berjalan lebih akurat, terarah, dan sesuai kebutuhan pengawasan kepemiluan ke depan.
Melalui kolaborasi ini, Bawaslu menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan demokrasi sejak dini dan memastikan setiap warga negara, khususnya generasi muda, dapat menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab pada Pemilu 2029 mendatang.