Bawaslu Kota Kediri Gelar Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota tahun 2024
|
Kota Kediri, 05 Februari 2025. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Kediri menggelar rapat evaluasi dan refleksi pelaksanaan pengawasan pada tahapan pemilihan serentak tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Surya, dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Kota Kediri, Yudi Agung Nugraha.
Pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri 2024 berlangsung lancar tanpa ada gugatan sengketa. Menurut ketua Bawaslu Kota Kediri, Yudi Agung Nugraha suksesnya penyelenggaraan Pilwali 2024 tidak lepas dari bantuan semua pihak. Meski demikian, menurutnya kinerja Bawaslu masih perlu untuk dilakukan evaluasi agar nantinya kedepan bisa lebih baik lagi.
Rapat ini dipandang penting sebagai bentuk refleksi, apresiasi, sekaligus evaluasi terhadap kerja pengawasan tahapan Pilkada serentak, khususnya dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur dan Wali Kota Kediri.
Ketua Bawaslu Kota Kediri menyampaikan bahwa rapat evaluasi ini merupakan momentum penting untuk menilai pelaksanaan pengawasan pemilihan serentak 2024.
“Kami sudah melakukan kerja-kerja pengawasan, dimana di akhir pengawasan pasti ada yang namanya evaluasi, nah evaluasi ini memang berguna untuk strategi kami 5 tahun ke depan, untuk bisa melakukan yang lebih baik lagi,” ungkap Yudi.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang evaluasi, tetapi juga bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mensukseskan Pilkada di Kota Kediri.
Lebih lanjut, Yudi menegaskan bahwa selama pemilihan serentak 2024, tidak ada Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) maupun pemungutan suara ulang di Kota Kediri, yang menjadi indikator suksesnya penyelenggaraan pemilu.
"Alhamdulillah untuk Kota Kediri itu tidak ada permohonan ke MK, baik itu dari pemilihan Walikota maupun pemilihan Gubernur. Ada memang di pemilihan Gubernur itu tersangkut atau sedikit ada kesenggol di Kota Kediri, akan tetapi ketika sudah sampai di MK ternyata belum bisa memenuhi persyaratan semua,” terangnya.
Bawaslu Kota Kediri juga mencatat telah melakukan berbagai upaya pencegahan yang terdokumentasi dalam naskah dinas seperti surat imbauan. Selain itu, terdapat berbagai kegiatan pencegahan seperti identifikasi kerawanan, kerja sama lintas sektoral, publikasi, pendidikan pengawasan partisipatif, dan program-program lainnya.
“Ada sekitar 17 (Piagam Penghargaan -red) dari instansi yang sudah melakukan kerjasama dengan kami, dan itu memang harapan kami ke depan bisa lebih baik lagi dan lebih menjalin kerjasama,” imbuhnya.
Disinggung soal kapan acara pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Kediri, Yudi mengatakan kepastiannya menunggu informasi lebih lanjut dari pusat.
“Pelantikan kami belum tahu pastinya, sepertinya di tanggal 20-an. Tapi lebih lanjutnya kita juga menunggu dari pusat,” pungkasnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Bawaslu Kota Kediri, Pemerintah Kota Kediri, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Camat, Kepala Kelurahan, TNI-Polri, KPU Kota Kediri, Media massa, Organisasi Masyarakat, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih periode 2025-2030