Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Kediri Goes to School, Kenalkan Demokrasi dan PDPB kepada Pelajar

Bawaslu Kota Kediri melaksanakan program goes to school di SMK PGRI 1 KEDIRI 23 Februari 2026

Bawaslu Kota Kediri melaksanakan program goes to school di SMK PGRI 1 KEDIRI dalam rangka sosialisasi demokrasi dan pdpb

Kota Kediri – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kediri kembali menyapa generasi muda melalui program Bawaslu Goes to School yang dilaksanakan pada 23 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sosialisasi demokrasi sekaligus pengenalan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) kepada kalangan pelajar.

Ketua Bawaslu Kota Kediri, Yudi Agung Nugraha, hadir langsung sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut. Dalam paparannya, Yudi menyampaikan materi bertajuk “Demokrasi di Indonesia: Pengertian, Perkembangan, dan Implementasinya.” Ia menjelaskan bahwa demokrasi berasal dari bahasa Yunani, demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti kekuasaan, sehingga demokrasi dimaknai sebagai sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Yudi juga menekankan bahwa demokrasi di Indonesia berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dengan kedaulatan berada di tangan rakyat. Para siswa diajak memahami perjalanan demokrasi Indonesia mulai dari masa Demokrasi Liberal, Demokrasi Terpimpin, Orde Baru, hingga Era Reformasi yang ditandai dengan amandemen UUD 1945 serta pemilihan presiden dan kepala daerah secara langsung.

Dalam suasana yang interaktif, Yudi memaparkan ciri-ciri demokrasi di Indonesia seperti pelaksanaan pemilu yang LUBER dan JURDIL, keberadaan partai politik, kebebasan berpendapat, hingga supremasi hukum. Ia juga mengajak siswa untuk memahami prinsip Demokrasi Pancasila yang mengedepankan musyawarah untuk mufakat, menghormati hak asasi manusia, serta mengutamakan kepentingan bersama.

Tak hanya membahas teori, kegiatan ini juga mengulas tantangan demokrasi di Indonesia, seperti politik uang, polarisasi masyarakat, penyebaran hoaks, dan partisipasi politik yang belum merata. Yudi menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi dengan menjadi pemilih yang cerdas dan kritis.

Selain materi demokrasi, Bawaslu Kota Kediri juga mengenalkan pentingnya Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Para siswa yang sebentar lagi memasuki usia 17 tahun diingatkan agar memastikan diri telah terdata sebagai pemilih. Menurut Yudi, akurasi data pemilih menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas.

“Demokrasi bukan hanya tentang memilih saat hari pemungutan suara, tetapi juga tentang mengawal dan memastikan setiap proses berjalan dengan jujur dan adil,” ungkapnya.

Melalui program Goes to School ini, Bawaslu Kota Kediri berharap kesadaran demokrasi di kalangan pelajar semakin meningkat, sekaligus mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam pengawasan partisipatif demi terwujudnya demokrasi yang berintegritas di Kota Kediri.