Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Kediri Teken MoU dengan Lima Lembaga, Perkuat Sinergi Pengawasan Partisipatif dan Pendidikan Politik

Tekken MoU dengan 5 Lembaga

Bawaslu Kota Kediri Melaksanakan MoU dengan 5 Lembaga

Kota Kediri, 5 Desember 2025 — Bawaslu Kota Kediri resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan lima lembaga pada Selasa, dalam upaya memperkuat pengawasan partisipatif serta memperluas jangkauan pendidikan politik kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung di sekretariat Bawaslu Kota Kediri dan dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Kediri, Yudi Agung Nugraha.

Lima Lembaga yang menjadi mitra kerja sama tersebut adalah PaLM Kediri, PC GP Ansor Kota Kediri, Lesbumi Kota Kediri, Lakpesdam Kota Kediri, dan KNPI Kota Kediri. Masing-masing lembaga menandatangani MoU secara bergantian sebagai komitmen bersama mendukung pengawasan dan literasi demokrasi di Kota Kediri.

Dalam sambutannya, Dr. Taufik Alamin selaku Ketua PaLM Kediri menegaskan bahwa kolaborasi ini harus membuka ruang bagi penguatan pengawasan partisipatif, termasuk kerja sama lintas agama dan kelompok masyarakat.

"Harapan kami, tahun depan partisipasi pengawasan bisa dimaksimalkan. Diskusi-diskusi penting mengenai pengawasan perlu terus digencarkan sebagai proses pendewasaan demokrasi," ujarnya.

KNPI menilai MoU ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat pendidikan politik khususnya bagi kalangan muda.

"Banyak anak muda masih memandang politik secara negatif, padahal hampir semua aspek kehidupan dipengaruhi oleh politik. Kami berharap Bawaslu dan masyarakat bisa bersama-sama menangkal hoaks yang melemahkan minat politik dan merusak literasi demokrasi," jelasnya.

GP Ansor menyambut baik kerja sama ini dan siap menjadi mitra aktif dalam penyebaran literasi politik di masyarakat.

"Program-program tahun 2026, terutama yang terkait pendidikan pemilu dan politik, akan kami dukung sepenuhnya. Ansor siap menjadi kepanjangan tangan Bawaslu dalam memberikan edukasi langsung ke masyarakat," ungkapnya.

Lakpesdam menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan kolaborasi yang diberikan.

"Kami siap membantu Bawaslu mengawal demokrasi dan proses pemilu di Kota Kediri. Kerja sama ini menjadi bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang sadar politik," ujarnya.

Lesbumi menyatakan kesiapan untuk terlibat melalui pendekatan seni dan kebudayaan.

"Kami dari elemen kesenian siap membantu Bawaslu dalam menyampaikan pendidikan politik dan demokrasi kepada masyarakat dengan cara yang kreatif dan mudah dipahami," tuturnya.

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah penting Bawaslu Kota Kediri dalam memperluas jangkauan pengawasan partisipatif. Selain memperkuat partisipasi masyarakat, kerja sama ini diharapkan menjadi sarana efektif untuk menanamkan kesadaran politik, mencegah hoaks, serta meningkatkan kualitas demokrasi lokal menuju Pemilu 2029.

Bawaslu Kota Kediri menegaskan bahwa sinergi lintas organisasi masyarakat ini bukan hanya formalitas, tetapi langkah nyata untuk memperkuat integritas proses demokrasi di akar rumput.