Mengawal Proses Demokrasi Bersama Bawaslu Kota Kediri dan BPPRM UNP Kediri
|
Kota Kediri, Badan Pengawas Pemilihan Raya Mahasiswa (BPPRM) Universitas Nusantara PGRI Kediri menggelar Seminar Kebangsaan dengan tema "Menumbuhkan Integritas dan Profesionalitas Mahasiswa dalam Mengawal Proses Demokrasi di Negara Indonesia". Kegiatan ini dilaksanakan di Raung A5 Kampus UNP Kediri pada tanggal 4 Januari 2025.
Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Kediri menjadi Narasumber dalam pelaksanaan seminar kebangsaan ini. Tujuan utama acara ini adalah meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran dan tanggung jawab mahasiswa dalam menjaga integritas pemilu, termasuk cara mengidentifikasi dan melaporkan pelanggaran. Selain itu, acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab sosial mahasiswa dalam mengawasi proses demokrasi agar mereka dapat berkontribusi aktif dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil.
Acara dimulai dengan sambutan dari panitia yang menekankan pentingnya partisipasi aktif mahasiswa dalam proses demokrasi. Para pemateri yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, termasuk anggota Bawaslu dan akademisi, menyampaikan paparan tentang pentingnya pengawasan partisipatif dalam pemilu. Mereka juga membahas strategi efektif untuk meningkatkan partisipasi pemilih muda dan cara-cara identifikasi serta pelaporan pelanggaran.
Selama acara, peserta aktif terlibat dalam diskusi dan aktivitas interaktif. Mereka diajarkan cara menggunakan akses informasi dan teknologi untuk memantau dan melaporkan pelanggaran yang terjadi selama proses pemilu. Melalui partisipasi aktif, diharapkan dapat memperkuat integritas demokrasi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses pemilu.
Salah satu fokus acara adalah terjalinnya jaringan yang kuat antara mahasiswa, lembaga pengawas pemilu (Bawaslu), dan organisasi masyarakat sipil. Ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam pengawasan pemilu. Mahasiswa diharapkan terlibat secara aktif dalam setiap tahapan pemilu, seperti mengawasi kampanye, mendorong pendidikan pemilih, dan melaporkan pelanggaran kepada otoritas yang berwenang.
Dengan demikian, Seminar Kebangsaan: Pendidikan Pengawasan Partisipatif Bawaslu 2025 tidak hanya meningkatkan pemahaman teoritis tetapi juga melibatkan mahasiswa secara praktis dalam proses demokrasi.