Lompat ke isi utama

Berita

Sambut Arahan Bawaslu RI, Bawaslu Kota Kediri Siapkan Program "Jumpa Berlian" dan Konsolidasi Demokrasi

Pak Totok 22 JanUARI 2025 (1)

Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Kediri beserta Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Kediri menyambut baik arahan dari Anggota Bawaslu RI, Totok Haryono

Kota Kediri – Menanggapi arahan strategis dari Anggota Bawaslu RI Totok Haryono, Ketua Bawaslu Kota Kediri, Yudi Agung Nugraha, menegaskan komitmen jajarannya untuk mengimplementasikan nilai-nilai integritas dan penguatan demokrasi di tingkat akar rumput.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Sekretariat Bawaslu Kota Kediri, Rabu (22/1/2025), Yudi menyampaikan bahwa poin-poin yang disampaikan oleh Totok Haryono akan menjadi pedoman perilaku bagi seluruh staf pengawas di Kota Kediri.

Yudi menekankan bahwa pesan mengenai kesederhanaan aparat negara dan tanggung jawab moral terhadap suara rakyat harus tercermin dalam tindakan sehari-hari.

"Wejangan dari Pak Totok sangat relevan untuk kami terapkan dalam keseharian, baik dalam bersikap maupun saat menjalankan tugas pengawasan di lapangan. Kami berkomitmen untuk menjaga amanah ini," ujar Yudi.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas arahan mengenai pentingnya konsolidasi dengan masyarakat. Bawaslu Kota Kediri berencana meningkatkan komunikasi intensif dengan warga guna memberikan edukasi demokrasi, baik pada saat tahapan pemilu berlangsung maupun di luar tahapan.

"Edukasi ini penting agar warga paham hak-haknya. Kami akan mengawali langkah ini pada bulan Februari mendatang sebagai bagian dari persiapan penguatan pengawasan partisipatif," tambahnya.

Selain fokus pada tugas pengawasan formal, Bawaslu Kota Kediri juga memperkenalkan program inovatif yang memadukan semangat demokrasi dengan kepedulian lingkungan yang diberi nama "Jumpa Berlian".

Akronim dari Jujur, Menanam, Pelihara, Amankan, Bersih, Lingkungan dan Alam Nyata, program ini bertujuan untuk mendekatkan lembaga Bawaslu dengan masyarakat melalui aksi sosial yang bermanfaat langsung.

"Kami akan melaksanakan program Jumpa Berlian dengan menanam pohon di sekitar lingkungan kantor dan pemukiman warga, seperti pohon mangga dan tanaman produktif lainnya. Tujuannya agar hasilnya nanti dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar, sekaligus menjadi simbol bahwa demokrasi harus 'ditanam' dengan kejujuran dan 'dipelihara' dengan baik agar membuahkan hasil bagi rakyat," jelas Yudi.

Melalui program ini, Bawaslu Kota Kediri berharap dapat menciptakan hubungan yang lebih harmonis dengan warga, sehingga pesan-pesan mengenai pengawasan pemilu dan penolakan terhadap politik uang dapat tersampaikan dengan cara yang lebih humanis.