Lompat ke isi utama

Berita

Sebagai Upaya Mewujudkan Pengawasan Yang Berintegritas, Bawaslu Kota Kediri Lakukan Penanaman Pohon Manggis

Penanaman Pohon Integritas

Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Kediri Beserta Kepala Sekretariat Lakukan Penanaman Pohon Integritas

Kota Kediri, 17 November 2024. Sebagai upaya mewujudkan pengawasan yang berintegritas, Bawaslu Kota Kediri menanam Pohon Manggis. Kegiatan ini dilakukan di halaman samping Kantor Bawasl Kota Kediri dengan dihadiri oleh seluruh Pimpinan Bawaslu Kota Kediri yang disaksikan langsung oleh jajaran Sekretariat.

Ketua Bawaslu Kota Kediri, Yudi Agung Nugraha menjelaskan bahwa pemilihan pohon manggis mengandung makna mendalam. 

“Pohon manggis melambangkan ketahanan dan komitmen dalam menghadapi berbagai tantangan. Buahnya yang manis merepresentasikan hasil baik yang bisa dicapai ketika pengawasan dilaksanakan dengan integritas, sementara kulit pohon yang kasar menggambarkan berbagai rintangan yang mungkin dihadapi oleh pengawas pemilu,” ujarnya.

Pohon manggis dipilih sebagai simbol pencanangan integritas oleh Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) karena nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Berikut beberapa alasan yang mendasarinya:

  1. Kulit yang tebal dan transparan
    Kulit manggis yang tebal melambangkan ketahanan dan kekuatan dalam menghadapi tantangan. Sementara itu, transparansi dari buah manggis yang menunjukkan jumlah biji dari luar merepresentasikan keterbukaan dan kejujuran, nilai-nilai yang penting dalam mewujudkan integritas dalam pengawasan Pemilu.

  2. Rasa manis yang tersembunyi
    Meski kulitnya keras, bagian dalam buah manggis memiliki rasa manis yang melambangkan hasil positif dari integritas yang dijaga dengan baik. Ini menunjukkan bahwa meskipun proses pengawasan pemilu mungkin penuh tantangan, hasil akhirnya adalah keadilan dan kepercayaan publik.

  3. Keseragaman antara bagian luar dan dalam
    Manggis dianggap konsisten karena isi buah mencerminkan apa yang tampak dari luar. Hal ini mencerminkan konsistensi antara perkataan dan perbuatan, yang merupakan esensi dari integritas.

  4. Pohon yang kokoh dan bermanfaat
    Pohon manggis tumbuh kokoh dan menghasilkan buah yang berguna bagi banyak orang. Hal ini melambangkan peran Bawaslu sebagai lembaga yang berdiri kuat untuk menjaga demokrasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat dengan menciptakan pemilu yang jujur dan adil.

Dengan penanaman pohon manggis, Bawaslu tidak hanya menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian alam, tetapi juga untuk menjaga integritas dan keberlanjutan demokrasi melalui pengawasan yang efektif. 

Selain itu, penanaman pohon manggis ini juga dilakukan dalam rangka upaya mewujudkan Bawaslu yang berintegritas dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana pasal 96 huruf a Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang menyatakan bahwa “Bawaslu berkewajiban bersikap adil dalam menjalankan tugas dan wewenang” serta sebagai tindak lanjut dari program pencanangan pohon integritas Bawaslu.