Songsong Pemilu 2029, Bawaslu Kota Kediri Gandeng SMK PGRI 1 Perbarui Data Pemilih Berkelanjutan
|
Kota Kediri – Meski pesta demokrasi Serentak 2024 telah usai, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kediri tidak mengendorkan langkah. Sebagai upaya persiapan dini menyongsong Pemilu 2029, Bawaslu Kota Kediri menggelar koordinasi strategis terkait Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di lingkungan pendidikan, bertempat di SMK PGRI 1 Kota Kediri pada Jumat (13/2/2026).
Hadir dalam pertemuan tersebut Anggota Bawaslu Kota Kediri, Suhartono dan Revani, didampingi oleh tiga staf sekretariat. Kedatangan tim pengawas pemilu ini disambut hangat oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK PGRI 1 Kediri, Ibu Ririn.
Dalam arahannya, Suhartono menekankan pentingnya akurasi data pemilih sejak dini, khususnya bagi siswa yang akan memasuki usia hak pilih. Ia menjelaskan bahwa PDPB bertujuan untuk memastikan warga negara yang memenuhi syarat tidak kehilangan hak suaranya.
"Bawaslu berkomitmen mengawal hak pilih masyarakat. Jika ditemukan pemilih di lingkungan sekolah yang belum masuk daftar, kami akan segera memberikan saran perbaikan kepada KPU Kota Kediri agar data tersebut segera diperbarui," ujar Suhartono.
Menanggapi tawaran sosialisasi dari Bawaslu, Ibu Ririn menyatakan kesiapan pihak sekolah untuk memfasilitasi kegiatan tersebut. Mengingat padatnya agenda akademik, pihak sekolah menyusun skala prioritas:
- Siswa Kelas 12: Direncanakan menjadi prioritas utama pada 23 Februari 2026, mengingat mereka akan segera menghadapi ujian praktik dan kelulusan.
- Siswa Kelas 11: Dijadwalkan menyusul pada bulan Agustus 2026.
Mengingat SMK PGRI 1 Kediri memiliki cakupan wilayah yang luas dengan tiga kampus berbeda, Bawaslu memutuskan untuk memfokuskan kegiatan perdana di Kampus 1. Langkah ini diambil guna menjaga kondusifitas peserta dan efektivitas penyampaian materi sosialisasi. Untuk Kampus 2 dan 3, penjadwalan akan dilakukan secara terpisah di kemudian hari.
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk menjaga komunikasi intensif. Sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan institusi pendidikan diharapkan mampu menciptakan iklim demokrasi yang lebih maju serta meningkatkan kesadaran politik di kalangan generasi muda.