Dukung Penuh Bawaslu, Camat Pesantren Berharap Launching Pengawasan Digital Jadi Sarana Edukasi Warga
|
Kota Kediri – Dukungan terhadap penguatan demokrasi digital mengalir deras dari Pemerintah Kecamatan Pesantren. Dalam acara Launching Pengawasan Partisipatif Digital yang berlangsung di kawasan CFD JLSR Betet, Camat Pesantren, Yudi Kuncoro, S.H., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif yang dilakukan Bawaslu Kota Kediri, Minggu (10/5).
Dalam sambutannya di hadapan warga dan para lurah se-Kecamatan Pesantren, Yudi Kuncoro menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran penyelenggara yang telah menginisiasi kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat tersebut.
"Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah melaksanakan acara yang luar biasa bermanfaat ini. Kolaborasi antara Bawaslu, pihak kelurahan, dan panitia JLSR ini adalah langkah cerdas untuk menjangkau masyarakat luas," ujar Yudi Kuncoro.
Camat Pesantren ini berharap agar peluncuran program pengawasan digital ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan menjadi titik awal bagi masyarakat Pesantren untuk lebih berdaya dalam mengawal proses demokrasi. Menurutnya, pemahaman mengenai pengawasan sangat penting agar warga tidak hanya menjadi penonton dalam Pemilu.
"Semoga ke depan, kegiatan ini menjadi sarana yang baik bagi masyarakat untuk ikut aktif mengawasi Pemilu, baik secara langsung di lapangan maupun melalui platform digital. Dengan melek digital, warga bisa ikut memastikan tidak ada pelanggaran yang merusak tatanan demokrasi kita," tambahnya.
Kehadiran Yudi Kuncoro beserta seluruh lurah di bawah naungannya menunjukkan komitmen kuat dari jajaran struktural pemerintah kecamatan dalam mendukung tugas-tugas Bawaslu. Sinergi ini diharapkan dapat mempermudah koordinasi jika ditemukan dugaan pelanggaran di wilayah Kecamatan Pesantren, khususnya yang berkaitan dengan netralitas dan kerawanan di media sosial.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara Camat Pesantren, Ketua Bawaslu, dan tokoh masyarakat sebagai simbol kesiapan Kecamatan Pesantren dalam menyukseskan pengawasan partisipatif digital.