Lompat ke isi utama

Berita

Literasi Demokrasi di Pinggir Jalan: Bawaslu Kota Kediri Hadirkan Perpustakaan Keliling di CFD JLSR Betet

Perpustakaan Keliling Bawaslu Kota Kediri 10 Mei 2026

Bawaslu Kota Kediri Hadirkan Perpustakaan Keliling di CFD JLSR Betet

Kota Kediri – Ada pemandangan menarik yang mencuri perhatian pengunjung Car Free Day (CFD) Jalan Lintas Sumber Rempi (JLSR) Kelurahan Betet, Minggu (10/5). Di antara keriuhan senam pagi dan alunan musik, Bawaslu Kota Kediri menghadirkan Perpustakaan Keliling sebagai bagian dari peluncuran Pengawasan Partisipatif Digital.

Kehadiran perpustakaan ini bertujuan untuk memberikan edukasi literasi kepemiluan kepada masyarakat dengan cara yang lebih santai dan inklusif.

Perpustakaan keliling ini menyajikan beragam literatur menarik, mulai dari regulasi resmi pemilu, panduan pengawasan bagi masyarakat sipil, hingga jurnal-jurnal mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia. Tidak hanya teks berat, Bawaslu juga menyediakan materi visual dan buku-buku informasi ringan yang mudah dipahami oleh semua kalangan, mulai dari pemuda hingga orang tua.

"Kami ingin membawa pengetahuan kepemiluan langsung ke tengah keramaian. Sambil menikmati udara pagi di CFD, warga bisa mampir sejenak untuk membaca dan memahami apa saja hak serta kewajiban mereka sebagai pemilih," ujar Ketua Bawaslu di lokasi.

Kehadiran perpustakaan ini merupakan jawaban atas tantangan di era digital, di mana informasi sering kali tersebar secara cepat namun tidak selalu akurat. Dengan menyediakan sumber bacaan yang valid, Bawaslu berharap masyarakat memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menyaring informasi hoaks yang sering muncul menjelang pemilu.

Camat Pesantren dan Lurah Betet yang turut meninjau perpustakaan keliling tersebut memberikan apresiasi positif. Mereka menilai langkah ini sangat efektif untuk mendekatkan lembaga negara dengan masyarakat.

Dengan adanya fasilitas ini, Bawaslu Kota Kediri membuktikan bahwa pengawasan partisipatif digital harus diawali dengan literasi yang kuat di dunia nyata. Masyarakat yang cerdas membaca data dan aturan akan menjadi benteng terkuat dalam menjaga keadilan pemilu.