Perkuat Demokrasi Digital, Bawaslu Kota Kediri Gelar Bimtek Kader Pengawasan Partisipatif di Kelurahan Betet
|
Kota Kediri – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kediri terus berupaya memperluas jangkauan pengawasan pemilu melalui inovasi berbasis kemasyarakatan. Terbaru, Bawaslu menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Kader Pengawasan Partisipatif Digital yang bertempat di Kelurahan Betet, Kota Kediri.
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Kediri, Lurah Betet Zainal Abidin, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Kota Kediri Hartono, serta perwakilan dari UKM Badan Pengawas Pemilu Raya Mahasiswa (BPPRM) UN PGRI Kediri. Adapun peserta bimtek terdiri dari anggota Karang Taruna dan aktivis lokal Kelurahan Betet.
Lurah Betet, Zainal Abidin, menyambut hangat terpilihnya wilayahnya sebagai titik fokus Kampung Pengawasan Partisipatif Digital. Dalam sambutannya, ia menyatakan rasa bangganya terhadap potensi pemuda di wilayah Betet.
"Para pemuda dan kader di Betet adalah insan yang kreatif dan inovatif. Mereka sudah terbiasa melaksanakan kegiatan yang mendukung eksistensi daerah. Kami berharap mereka tidak hanya aktif sebagai pemilih, tetapi menjadi pemilih yang peduli," ujar Zainal. Ia juga berharap kegiatan ini mampu menciptakan pemilu yang lebih berintegritas dan membawa dampak positif bagi kemajuan daerah.
Ketua Bawaslu Kota Kediri dalam sambutannya sekaligus membuka acara menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari konsolidasi demokrasi. Meskipun secara konstitusional pengawasan pemilu adalah tugas Bawaslu, namun sinergi dengan masyarakat sangat mutlak diperlukan.
"Sesuai UU Nomor 7, Bawaslu adalah pengawas, namun untuk mencapai azas Luberjurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil), kita perlu bersatu antara seluruh lapisan masyarakat dan Bawaslu," tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Bapak Hartono selaku Koordinator HPPH Bawaslu Kota Kediri yang telah berhasil menginisiasi terbentuknya peluang Kampung Pengawasan Partisipatif Digital ini.
Mengingat peran media sosial yang semakin dominan, Ketua Bawaslu mengingatkan para kader untuk melek digital agar tidak terjerumus oleh arus informasi yang menyesatkan.
"Media sosial sekarang menjadi hal yang sangat penting. Kita semua harus melek digital agar tidak terjerumus. Kami berharap kawan-kawan kader mampu membantu mengawasi media sosial yang sering dijadikan sarana kampanye dengan potensi pelanggaran di dalamnya, sehingga dapat segera dilaporkan ke Bawaslu," pungkasnya.
Dengan adanya bimtek ini, diharapkan para pemuda di Kelurahan Betet dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan ruang digital dari konten-konten negatif maupun pelanggaran pemilu selama tahapan pesta demokrasi berlangsung.