Tanam Benih Demokrasi: Bawaslu Kota Kediri dan Mahasiswa BPPRM UN PGRI Kediri Serahkan Bibit Buah untuk Warga Betet
|
Kota Kediri – Ada pemandangan menarik di tengah riuhnya kegiatan Car Free Day (CFD) Jalan Lintas Sumber Rempi (JLSR) Kelurahan Betet, Minggu (10/5/2026). Di tengah semangat pengawasan digital, Bawaslu Kota Kediri bersama UKM BPPRM UN PGRI Kediri menyisipkan pesan filosofis melalui penyerahan bibit tanaman buah secara simbolis kepada pihak Kelurahan Betet.
Penyerahan ini bukan sekadar aksi penghijauan biasa, melainkan sebuah simbol kuat tentang bagaimana seharusnya pengawasan pemilu dijalankan oleh masyarakat.
Perwakilan Bawaslu Kota Kediri menjelaskan bahwa pemilihan bibit tanaman buah sebagai instrumen sosialisasi memiliki makna yang mendalam. Pengawasan partisipatif diibaratkan seperti bibit tanaman yang baru ditanam; ia memerlukan perhatian, ketelatenan, dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat untuk tumbuh.
"Demokrasi itu seperti tanaman. Jika kita ingin menikmati buahnya yang manis berupa pemimpin yang amanah dan daerah yang maju, maka prosesnya harus kita rawat dan kita jaga dari 'hama' pelanggaran sejak dini," ujar Ketua Bawaslu di sela acara.
Keterlibatan UKM Badan Pengawas Pemilu Raya Mahasiswa (BPPRM) UN PGRI Kediri dalam penyerahan ini juga menegaskan peran penting akademisi dan kaum muda. Mahasiswa dianggap sebagai penyiram semangat pengawasan yang akan memastikan bahwa "benih-benih" kesadaran hukum yang ditanam di Kelurahan Betet dapat terus tumbuh subur.
Bibit buah tersebut diterima langsung oleh pihak Kelurahan Betet dengan disaksikan oleh Camat Pesantren. Nantinya, bibit ini akan ditanam di area kelurahan sebagai pengingat visual bagi warga bahwa Kelurahan Betet adalah Kampung Pengawasan Partisipatif.
Melalui aksi simbolis ini, Bawaslu berharap kesadaran masyarakat untuk mengawasi pemilu tidak hanya bersifat momentum atau saat acara saja, tetapi menjadi budaya yang terus dirawat secara berkelanjutan.
“Kami ingin warga Betet melihat tanaman ini tumbuh dan teringat bahwa mereka punya tanggung jawab yang sama dalam menjaga integritas pemilu. Jika dirawat bersama, hasilnya pasti akan membawa manfaat bagi semua orang,” pungkasnya.
Dengan kolaborasi yang melibatkan unsur penyelenggara, mahasiswa, dan pemerintah kelurahan, acara ini sukses memberikan warna baru dalam strategi sosialisasi pemilu yang lebih humanis dan berwawasan lingkungan.