Lompat ke isi utama

Berita

Ternyata Jumlah Terpilih untuk Anggota DPR RI bagi Perempuan hanya 20%...

Kediri, 19 Mei 2020. Bawaslu Kota Kediri mengikuti Diskusi Pemilu/Pilkada dan Perlindungan Hak Kelompok Rentan dengan tema “Diskriminasi Berbasis Gender dalam Praktik Elektoral”. Diskusi ini diadakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur yang dipandu oleh saudari Anisa Masruoh selaku MC. Bapak Moh. Amin selaku Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur yang membuka secara resmi dalam diskusi ini sekaligus menyampaikan bahwa perempuan dalam dunia politik cukup menjadi perhatian dikarenakan masih cukup minim kedudukan perempuan di dunia politik dibandingan dengan laki-laki.

Kemudian dilanjutkan oleh Bapak Moh. Afifuddin selaku Anggota Bawaslu RI menjelaskan tentang Membangun Kesetaraan Gender dalam Politik dan Pemilu. Dalam memperjuangkan hak perempuan tidak hanya perempuan yang memperjuangkan haknya, melainkan harus ada kerja sama antara laki-laki dan perempuan secara seimbang, agar kesetaraan itu tercapai. Selain aturan, cara pandang yang dimiliki oleh laki-laki dan perempuan harus sama, karena ini adalah hal penting dan dasar tentang kesetaraan dalam posisi. Sedangkan jaminan hak perempuan dalam politik yakni perjanjian tentang penghapusan Diskriminasi terhadap perempuan dan perjanjian tentang hak politik perempuan. Kemudian langkah Bawaslu dalam Menegakkan Kesetaraan Gender dalam pemilu yakni memperhatikan jumlah timsel perempuan serta penguatan perspektif afirmasi dalam seleksi pengawas perempuan.

Kemudian di lanjutkan dengan diskusi meteri inti yang dipandu oleh Ibu Afidah dari Bawaslu Kabupaten Mojokerto. Ibu Dr. Sri Budi Eko Wardani selaku Dosen Ilmu Politik UI menjelaskan tentang Identifikasi Praktik Diskriminasi Gender dalam Pemilu di Indonesia.

Keterlibatan perempuan di jantung kekuasaan politik berhadapan dengan stereotip (anggapan umum) tentang perempuan, mengombinasikan kerja dan peran domestic serta perlakuan berbeda disebabkan perbedaan jenis kelamin (diskriminasi berbasis gender). Dari data yang diperoleh beliau menunjukkan bahwa perempuan dalam partisipasi politik pada pemilu legislative 2019 hanya 20% dibandingkan laki-laki berjumlah 80% yakni 1 : 4.

Tag
PENGUMUMAN