Usung Slogan "Bersama Rakyat Awasi Pemilu", Phoeby Nabilla Ajak Pemuda Betet Jadi Subjek Pengawasan Partisipatif
|
Kota Kediri – Staff Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Bawaslu Kota Kediri, Phoeby Nabilla, memberikan paparan inspiratif dalam kegiatan Bimbingan Teknis di Kelurahan Betet. Dalam materinya, Phoeby menekankan bahwa keberhasilan Pemilu bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, melainkan hasil kolaborasi aktif dengan masyarakat.
Phoeby menjelaskan bahwa mandat UU No. 7 Tahun 2017 mengedepankan strategi Pencegahan sebagai pilar utama. Bawaslu berkomitmen agar pelanggaran tidak terjadi sejak awal melalui empat langkah strategis:
Identifikasi Kerawanan: Memetakan potensi masalah di setiap tahapan.
Pendidikan Politik: Sosialisasi masif kepada masyarakat.
Kerjasama Antarlembaga: Membangun kolaborasi lintas instansi.
Himbauan: Memberikan peringatan dini agar aturan tetap dipatuhi.
Menurut Phoeby, Pengawasan Partisipatif adalah wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap hak pilih. "Ini adalah sarana pembelajaran politik bagi masyarakat sipil guna memastikan Pemilu berjalan secara LUBER JURDIL serta bermartabat," ungkapnya.
Para kader di Kelurahan Betet diminta untuk peka terhadap beberapa titik rawan pelanggaran, di antaranya:
Netralitas: Memastikan ASN, TNI, dan POLRI tetap profesional.
Politik Uang: Tegas melawan praktik money politics.
Berita Bohong: Mewaspadai hoaks, isu SARA, dan ujaran kebencian.
Prosedur Tahapan: Memantau ketepatan proses seperti pemutakhiran data pemilih.
Menyoroti tantangan media sosial, Phoeby memaparkan ancaman nyata seperti munculnya akun anonim penyebar black campaign, intimidasi digital, hingga penggunaan fasilitas negara untuk kampanye terselubung di dunia maya.
Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan cara yang sederhana namun berdampak besar: tidak melakukan pelanggaran, berani melapor ke Bawaslu jika melihat dugaan pelanggaran, serta aktif menyebarkan konten positif terkait pengawasan di media sosial.
Menutup pemaparannya, Phoeby menegaskan slogan ikonik Bawaslu, "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu".
"Dalam demokrasi, masyarakat bukan hanya objek yang diperebutkan suaranya, melainkan subjek utama yang menjaga kualitas dan integritas demokrasi itu sendiri," pungkas Phoeby di hadapan para Karang Taruna dan aktivis Kelurahan Betet.